BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survei, menurut Ary. Yacobs and Razavich (1979 :382) yang dikutip oleh Heni Sukmawati, dalam tesis yang berjudul “Hubungan Supervisi Pimpinan Dan Pemberdayaan Pegawai Dengan Prestasi Kerja Pegawai” menyatakan bahwa metode survei dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian di lakukan dengan tujuan untuk melaksanakan variabel atau kondisi apa yang ada dalam suatu situasi.

Menurut Sugiono ( 11 : 2008) menyatakan bahwa metode survei digunakan untuk mendapatkan data-data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi penelitian ini melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengadakan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya.

Menurut pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam pendekatan kualitatif. Bogdan dan Biklen (1982) menyatakan bahwa pendekatan kualitatif berusaha untuk memahami dan menafsirkan suatu makna peristiwa interaksi perilaku manusia dalam suatu situasi tertentu menurut perspektif sendiri. Pendekatan kualitatif ini dibatasi, karena dalam penelitian ini sasaran atau obyek penelitian dibatasi agar data-data yang diambil dapat digali sebanyak mungkin serta agar dalam penelitian ini tidak dimungkinkan adanya pelebaran obyek penelitian. Data-data yang dikumpulkannya adalah data-data yang berkaitan dengan analisa pemberian kredit bank konvensional dengan pembiayaan murabahah bank syariah.

3.2 Operasional Variabel

Untuk membatasi kerangka pemikiran dalam penelitian ini, maka.penulis membuat batasan operasionalisasi variabel sebagai berikut :

  1. Pemberian Kredit Bank Konvensional

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak pinjaman untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

Ada beberapa hal yang menjadi persyaratan dari pemberian kredit pada bank konvensional, seperti : (1) Bank tidak akan memberikan kredit apabila belum menjadi seorang nasabah (membuka Rekening) bank tersebut, namun seorang nasabah pun tidak mudah untuk mendapatkan kredit karena bank tidak akan bebas memberikan kredit kepada para nasabahnya melainkan ada beberapa indikator apabila seorang nasabah menginginkan kredit di bank konvensional seperti : (a) Bank sangat memperhatikan latar belakang nasabahnya atau perusahaannya, dalam arti seperti bagaimana kehidupan nasabah kesehariannya, bekerja dimana, gajinya berapa, dan lain-lain, Seperti (b) Apa prospek usaha nasabah tersebut, (c) Apakah yang menjadi jaminan minimal seimbang dengan jumlah pengajuan kredit, karena apabila antara jumlah permintaan kredit lebih besar dari jaminan atau agunan yang diajukan tidak menutup kemungkinan pihak bank menolok pengajuan kredit tersebut, (d) Pengumpulan dokumen-dokumen persyaratan.. (2) Memberikan pembiayaan barang maupun uang, dan (3) Bank konvensional melaksanakan seluruh aktivitasnya pada sistem bunga dengan mark up tinggi (fluktuatif), seperti keuntungan yang didapat oleh bank konvensional adalah dari besarnya bunga. Khususnya besarnya keuntungan yang didapat oleh bank konvensional adalah dari pemberian kredit, karena besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang yang dipinjamkan oleh pihak bank dan pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi.

  1. Pembiayaan Murabahah Bank Syariah

Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan/harga beli dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.

Dalam Pembiayaan Murabahah bank syariah, masyarakat tidak mudah untuk mendapatkan pembiayaan murabahah, karena bank syariah mempunyai ketentuan-ketentuan apabila masyarakat ingin memiliki pembiayaan khususnya pembiayaan murabahah di bank syariah, yaitu : (1) Ada beberapa indikator yang menjadi persyaratan dalam pembiayaan murabahah seperti : (a) Masyarakat harus membuka rekening/menjadi nasabah, (b) Mengisi formulir pembiayaan murabahah dan memberikan dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh perbankan, (c) Berbentuk barang bukan uang, (d) Agunan atau jaminan harus seimbang dengan barang yang harus dibiayai, (2)  Barang yang dibiayai harus halal dan jelas kepemilikannya, (3) Sistem yang digunakan dalam pembiayaan murabahah adalah bagi hasil dengan  persentase tetap, (4) Keuntungan yang dimiliki pihak perbankan dari imbalan atau bagi hasil sesuai kesepakatan pada saat akad, dan (5) Dalam pembiayaan murabahah bank syariah lebih menekankan pada aspek pribadi atau karakter individual yaitu bahwa pelanggan dapat memenuhi kewajibannya sebagai debitur untuk mengembalikan dana dari bank.

Secara singkat operasional variabel bisa dilihat dari tabel berikut ini :

Tabel 6

Operasional Variabel

No

Variabel

Sub Variabel

Indikator

1 Pemberian Kredit Bank Konvensional
  1. Persyaratan
  1. Produk
  1. Berdasarkan Bunga
  1. Kredit

5. Keuntungan

1.1    Rekening tabungan

1.2    Latar belakang nasabah atau perusahaan

1.3    Prospek usahanya

1.4    Jaminan yang diberikan

1.5    Pengumpulan dokumen-dokumen persyaratan

2. Tidak dibatasi

3. Fluktuatif

4. Prosedur dan  Nilai plus

5.  Melalui bunga

2 Pembiayaan Murabahah Bank Syariah 1. Persyaratan

2.Berdasarkan  Murabahah

3. Pembiayaan

4. Keuntungan

5. Barang

Rekening tabungan

Pengumpulan dokumen-dokumen persyaratan

Jaminan

Latar belakang nasabah atau perusahaan

Berbentuk Barang

2. Tetap / Bagi hasil

3. Prosedur dan Nilai plus

4. Imbalan atau sesuai pada saat akad

5. Halal & jelas kepemilikannya

3.3 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas :

  1. Data primer

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiono : 2008 : 402). Dalam data ini sumber data primernya adalah manajer marketing, customer service dan karyawan.

  1. Data Sekunder

Sumber  data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiono : 2008 : 402). Dalam penelitian ini data sekundernya adalah data-data yang diperoleh melalui laporan-laporan atau data-data yang secara langsung dari perbankan dan literatur yang berkaitan dengan Analisa pemberian kredit bank konvensional dengan pembiayaan murabahah bank syariah.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam Pelaksanaan penelitian, untuk memperoleh data yang diperlukan dalam menyusun skripsi ini dilakukan dengan cara pengumpulan data sebagai berikut :

  1. Observasi

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian secara langsung terhadap objek penelitian

  1. Intervieu (wawancara)

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan komunikasi secara langsung dengan subjek yang akan diteliti.

  1. Dokumentasi

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu. Seperti berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.

3.5 Langkah-langkah Analisis Data

Rancangan analisis data merupakan tahapan yang penting dalam penelitian. Dikatakan demikian, rancangan analisis data adalah tahapan berlangsungnya proses penentuan pengukuhan pendapatan dalam sebuah penelitian.

Analisa data adalah proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan. S Nasution (1996:126) menjelaskan bahwa menyusun data berarti menggolongkannya kedalam pola, tema atau kategori sehingga dengan demikian tidak akan terjadi chaos. Tafsiran atau interpretasi data artinya memberikan makna kepada analisis, menjelaskan pola atau kategori, mencari hubungan antara berbagai konsep yang mencerminkan pandangan atau perspektif peneliti, dan bukan kebenaran. Kebenaran hasil penelitian masih harus dinilai orang lain dan diuji dalam berbagai situasi lain.

Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk analisis kualitatif. Teknik ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang analisa pemberian kredit  bank konvensional degan pembiayaan murabahah bank syariah.

S Nasution (1996 : 18) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif pada hakekatnya ialah mengamati orang dalam lingkungannya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. Penelitian ini disebut juga penelitian naturalistic, karena situasi lapangan penelitian bersifat natural atau wajar sebagaimana adanya tanpa dimanipulasi diatur dengan eksperimen atau tes.

Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini antara lain :

  1. Data Redukction (Mereduksi data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema polanya (Sugiono : 2000 : 92). Aplikasi reduksi data yang telah diaplikasikan oleh penulis adalah memilih data yang pokok yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti tentang “analisa pemberian kredit Bank Konvensional dengan pembiayaan murabahah Bank Syariah” dan membuang data yang tidak diperlukan dalam penelitian. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data yang diperlukan.

  1. Data Display (Penyajian data)

Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya (Sugiono : 2000 : 93). Adapun tujuan penyajian data adalah memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut. Dalam aplikasi penyajian data peneliti melakukannya dalam bentuk uraian singkat dan flowchart.

  1. Conclusion Drawing dan Verifikation

Langkah ketiga dalam analisis data menurut Miles dan Huberman adalah conclusion drawing dan verifikation (penarikan kesimpulan dan verifikasi). Sejak semula peneliti berusaha mencari makna data atau kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan. Untuk itu perlu dicari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering timbul, dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan verifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi dapat dilakukan dengan mencari data baru yang berkaitan dengan analisa pemberian kredit bank konvensional dengan pembiayaan murabahah bank syariah.

3.6 Tempat Dan Waktu Penelitian

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian di Bank Jabar Banten Cabang Tasikmalaya dan PT. Bank Muamalat Indonesia Cabang Tasikmalaya.

Adapun penelitian dilaksanakan selama lima bulan, jadwal penyusunan tugas ini dapat dilihat dari tabel dibawah.

Tabel 7

Tabel Matrik Penelitian

No

Kegiatan / waktu

Januari

Februari

Maret

April

Mei

III

IV

I

II

III

IV

I

II

III

IV

I

II

III

IV

I

II

1

Survei awal lokasi penelitian

2

Mencari & Pengumpulan data kelapangan

3

Pengolahan data

4

Konsultasi Pembimbing

5

Pembuatan draf awal

6

Sidang

7

Pembuatan draf akhir

Moga Bermanfaat… ” Tolong Tinggalkan Comment ” ….

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: